Selasa, 21 September 2021

Berita Kegiatan Kejuaraan Multisport Championship 2021 Cabor Wushu

Kegiatan Acara Kejuaraan Multisport Championship 2021

 

https://www.idu.ac.id/berita/unhan-ri-laksanakan-acara-kejuaraan-multisport-championship-2021.html

Tuesday, September 21 st, 2021

 


    Bogor – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melaksanakan acara penutupan Kejuaraan Unhan RI Multisport Championship 2021, diawali sambutan oleh Ketua Pelaksana Multisport Championship 2021 Wakil Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI Laksma TNI Dr. Endro Legowo, S.E., M.A.P, Sambutan Ses Kementerian Pemuda dan Olah Raga Gatot S, Dewa Broto dan Sambutan Rektor Unhan RI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD melalui video bertempat di ruang Theater Gd. Auditorium Kampus Bela Negara Unhan RI Kawasan IPSC Sentul Bogor Jawa Barat. Selasa, (21/9).


    Acara Kejuaraan Unhan RI Multisport Championship 2021 diisi dengan tayangan video masing-masing Cabang Olah raga (Cabor) Cabor Pencak Silat, Cabor Taekwondo, Cabor Gymnastic, Cabor Karate, Cabor Panahan serta Cabor Wushu. Kegiatan kejuaraan Unhan RI Multisport Championship 2021 kali ini memperebutkan piala Rektor Unhan RI untuk pertama kalinya.

    Terakhir dalam sambutan Rektor Unhan RI melalui video menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas inisiatif terselenggaranya kejuaraan Unhan RI Multisport Championship 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, dan terbukti panitia mampu melaksanakan kegiatan besar ini dengan jumlah peserta mencapai sebanyak 3.486 Atlet dari 328 tim yang tersebar dari 25 Provinsi di seluruh Indonesia. Unhan RI Multisport Championship 2021 diselenggarakan dengan tujuan memunculkan bibit – bibit atlet baru yang nantinya akan menjadi andalan tim nasional Indonesia untuk menghadapi kejuaraan di tingkat Internasional, melalui kejuaraan ini diharapkan akan melahirkan Atlet Nasional yang menjadi tumpuan bagi delegasi merah putih untuk mampu mengahrumkan nama bangsa dan negara di level dunia.

 

  


https://www.gonews.co/berita/baca/2021/09/21/rajawali-sakti-juara-umum-unhan-ri-multisports-championship-2021

Selasa, 21 September 2021  13:17 WIB

Penulis: Azhari Nasution

Rajawali Sakti Juara Umum Unhan RI Multisports Championship 2021

Rektor Unhan RI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD beserta Atlet Wushu Rajawali Sakti Jakarta yang menjadi juara Unhan RI Multisports Championship 2021 Cabor Wushu

 

JAKARTA – Sasana Wushu Rajawali Sakti Jakarta berhasil meraih gelar juara umum pada ajang Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Multisports Championship yang berlangsung pada 15–18 September 2021.

Sasana milik Herman Wijaya tersebut berhasil mengumpulkan 11 medali emas, 7 perak, dan 4 perunggu. Di posisi kedua, Sasana Garuda Emas meraih 8 emas, 4 perak, dan 2 perunggu, sementara peringkat ketiga ditempati Citra Satria Wushu Indonesia dengan perolehan 6 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

"Rajawali Sakti Jakarta mengucapkan terima kasih kepada Unhan RI yang sudah bekerja sama dengan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam menggelar Multisports Championship 2021," kata Herman Wijaya yang dihubungi pada hari Selasa (21/9/2021).

Herman Wijaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov WI DKI Jakarta, berharap Multisports Championship ini bisa berlanjut di tahun mendatang. Pasalnya, atlet wushu di Indonesia membutuhkan banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai event tingkat nasional.

"Atlet wushu butuh jam terbang sehingga bisa melihat sejauh mana prestasi yang telah mereka capai dalam latihan. Semoga Unhan RI Multisports Championship menjadi kalender tetap tahunan," imbuhnya. ***

 

 


Priscilla Juliani Hayuko memperoleh Medali Perak 
pada Kejuaraan Multisports Championship UNHAN R 2021 (Tingkat Nasional) 
Cabang Olahraga Wushu 
jurus Taiji Jian 
Pelaksanaan 04 s.d.19-09-2021

Minggu, 12 September 2021

Historiografi dan Metode Penelitian Sejarah

Salma Apriliani Hayuko
X IPS 2


Historiografi dan Metode Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah
adalah sebuah penelitian yang dilakukan dengan cara pengumpulan data dan evaluasi data untuk menggambarkan,menjelaskan,dan memahami peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Tujuan penelitian sejarah adalah untuk menambah pengetahuan tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu dan dapat dijadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Historiagrafi
adalah hasil atau karya penulisan sejarah.
Historiografi merupakan metode terakhir dalam penelitian sejarah.

Dalam melakukan penelitian sejarah ada 5 tahap yang harus dilakukan, yaitu:

1. Pemilihan Topik
Dalam memilih topik untuk di teliti yang ditulis bukan hasil duplikasi atau pengulangan dari penelitian yang sudah ada. Agar penelitian lengkap digunakan unsur 5W 1H (What,why,where,when,who,how).
2. Heuristak (Pengumpulan Sumber)
Tahap ini sangat berguna untuk mengumpulkan fakta-fakta tentang topik yang dipilih untuk penelitian. 

Beberapa sumber yang biasa digunakan, yaitu:
1. Sumber lisan
2. Sumber benda
3. Sumber tulisan

3. Verifikasi (Kritik Sumber)
Verifikasi adalah proses menyeleksi sumber-sumber dan memastikan sudah benar-benar akurat atau tidak. Ada dua jenis verifikasi, yaitu:
1. Verifikasi eksternal
Aspek yang digunakan dalam verifikasi eksternal meliputi aspek autentitas (kesesuaian sumber), orisinalitas (keaslian), dan integritas (keutuhan sumber).
2. Verifikasi internal
Aspek yang digunakan dalam verifikasi internal meliputi aspek sifat sumber (keresmian sumber), latar belakang penulis sumber, dan perbandingan dengan sumber lainnya.

4. Interpretasi
adalah tahap penafsiran makna yang sudah di kritik. Ada dua cara melakukan tahap interpretasi ini, yaitu dengan cara analisis (menguraikan) dan sintesis (menyatukan) fakta-fakta yang telah diperoleh sebelumnya.

5. Historiografi
Dalam menulis sejarah harus menggunakan kaidah penulisan, yaitu:
-Bahasa dan format penulisan yang digunakan sesuai dan benar.
-Penggunaan tanda baca, istilah, dan penulisan rujukan sumber dengan tepat.
-Istilah tertentu harus digunakan sesuai konteks permasalahannya.

Contoh penelitian sejarah:

Penemuan sungai Mississippi. Penelitian sejarah mengungkap cerita ini berdasarkan sumber tulisan dari catatan anggota ekspedisi penjelajah Spanyol Hernando de Soto dan surat arsip Spanyol.